Tampilkan postingan dengan label teknik sablon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknik sablon. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Juni 2011

Persiapan Sebelum Menyablon

Persiapan Sebelum Menyablon

Setelah desain jadi, tidak serta-merta bisa langsung dicetak, kecuali kamu mencetaknya diatas kaos dengan kertas transfer. Tahapan persiapan sebelum menyablon, gambar harus di setting untuk memisahkan gambar menurut warna. Setiap warna ini akan disablon dalam screen yang berbeda. Kamu memang bisa menyerahkan proses setting atau menyerahkannya ke tukang sablonnya. Namun, proses ini sebenarnya dapat dilakukan sendiri dengan mudah dan cepat.

Tahapan pracetak kaos biasanya meliputi penyesuaian ukuran gambar dengan ukuran kaos aslinya dan memisahkan warna. Selainitu kamu juga harus menyerahkan detai spesifikasi sablon yang kamu ingin, mulai dari jenis cat sablon, warna cat, ukuran kaos, hingga warna kaos.

Menyesuaikan Ukuran

Salin gambar desain ke dokumen baru. Selanjutnya gambar desain harus disesuaikan ukurannya dahulu dengan ukuran kaos sebenarnya.Kamu harus mengukurnya dengan ukuran asli kaos. Jika sudah ditemukan perbandingan dengan kaos, ubahlah ukuran desainnya. Terlebih dahulu lakukan grouping semua komponen desain.

Klik gambar desain lalu manfaatkan menu ‘Object Size’. Agar ukuran gambar berubah secara proposional, pastikan tombol gembok di toolbar dikunci. Selanjutnya, masukan angka lebar atau panjang (salah  satunya aja), ke kotak isian “object Size” di toolbar.
Meski satuan ukuran yang ada adalah inchi, kamu bisa memasukan nilai dalam satuan centimeter. Caranya cukup masukan ukuran dan diakhiri dengan ekstensi “cm” di belakangnya, lalu tekan enter.

Men-Setting Gambar

Proses men-setting gambar adlaah tahapan untuk memisahkan objek gambar dalam sebuah desain berdasarkan warnanya. Sebenarnya proses ini tidaklah sulit, namun jika kamu belum terbiasa melakukannya, kamu bisa membawa desain ke jasa setting gambar sebelum membawanya ke tukang sablon.

Dalam Coreldraw, manfaatkanlah fasilitas Trim untuk melakukan setting gambar. Caranya pisahkan semua objek gambar dengan melakukan Ungroup. Selanjutnya, seleksi semua objek desan dengan menekan ctrl + a .  Pisahkan setiap objek dengan mengklik tombol Trim.

Beberapa saat kemudian gambar sudah bisa dipisah menurut warnanya.Kamu bisa memecah setiap warna dengan mengklik lalu menggesernya dengan pointer. Untuk proses pembuatan film untuk menyablon, setiap komponen gambar yang dipisah per warna ini masing-masing harus dicetak untuk dijadikan film.

Selasa, 19 April 2011

Mengenal Proses Separasi


Sebenarnya apa itu separasi? Sesuai namanya, ini adalah proses pemisahan warna. Tepatnya  pemisahan warna dalam gambar design untuk dijadikan film. Pada umumnya separasi terbagi atas dua jenis : separasi spot color dan separasi CMYK process color.
Spot color atau warna blok biasanya untuk design berbentuk vector. Pemisahan warna disini tergantung warna yang digunakan oleh gambar. Jika ada tiga warna, maka gambar akan dipisahkan bentuknya menurut warna. Masing-masing warna akan di sablon dalam tiga screen yang berbeda.
Sedangkan, separasi process adalah pemisahan warna gambar menurut channel warnanya. Biasa digunakan untuk pembuatan film untuk gambar bitmap atau raster. Sebuah gambar bitmap dipisah menurut channel warna (CMYKW-Cyan, Magenta,Yellow,Black,White). Kemudian, setiap channel akan diterakan pada screen yang berbeda.

Men-design Vector
Disini, bahasan terfokus pada gambar vector karena keunggulannya dalam menampilkan gambar dengan blok warna yang bagus. Untuk aplikasinya tentu CorelDRAW yang umum dipakai, akan digunakan. Versi terakhirnya, yang menyediakan banyak tool anyar dipilih.

Bitmap VS Vector
Didalam olah grafis digital ada dua jenis gambar, yakni gambar raster (bitmap based) dan Vector (vector based). Foto tergolong gambar raster atau bitmap. Perbedaan keduanya tak begitu kentara, walau pun kamu mencetaknya. Apalagi kalau ukuran kedua gambar amat kecil dan tak detail. Bedanya baru ketahuan jika kita memperbesarnya di computer.
Beda gambar bitmap dan vector terletak pada materi penyusunnya. Gambar bitmap tersusun oleh sebaran bintik-bintik (pixel) beraneka warna. Pixel-pixel tersebut tersebar dalam pola grid. Lain dari itu, gambar vector terbentuk dari path. Path ini terdiri dari garis (line segment) dengan beberapa titik (node) dari awal hingga akhir garis.

Minggu, 17 April 2011

Men-design sebelum menyablon

Sebelum menyablon tentu gambar yang akan disablon harus disiapkan. Untuk membuatnya, kamu bisa menggunakan bantuan komputer. Design-nya? Sesukan ente.haha...
Pilihan aplikasinya pun bebas, namun banyak designer kaos “distro” menggunakan vector coreldraw untuk men-design kaos.

Menyablon dengan teknik screening sangat cocok dengan desain-desain berwarna solid. Design dengan bentuk dan warna solid akan kamu dapatkan dengan menggunakan vector. Aplikasi vector banyak pilihannya. Ada adobe illustrator, coreldraw, dan adobe flash. Yang terakhir adalah aplikasi untuk animasi berbasis vector.
Namun teknik screening sendiri bisa diterapkan pada gambar bitmap/raster, dimana gambar tersebut akan melalui tindakan separasi process untuk pemisahan warna. Untuk proses ini, bisa menggunakan aplikasi oleh digital semacam photoshop.

Sabtu, 16 April 2011

Teknik sablon Screen

Jika kita ingin menyablon sendiri, peralatan yang dibutuhkan cukup mudah ditemukan. Cukup datangi saja toko bahan sablon untuk mendapatkan peralatan (screen dan rakel) serta cat. Proses menyablon sendiri sebenarnya adalah proses pelapisan cat ke media (dalam hal ini tentu saja kain) melalui pencetak (yang disebut screen berupa penyaring berpori-pori). Untuk proses penyablonan dengan screen sendiri ada empat tahapan. Dimulai dari tahap persiapan design, pengafdrukan, penyablonan dan pengeringan.

Tahap 1 : Persiapan Design

Ini adalah proses menyiapkan desain yang telah kita buat untuk disalin ke dalam layar (screen). Gambar tersebut akan dipisahkan menurut warnanya masing-masing. Proses pemisahan bentuk menurut warna ini bisa dilakukan dengan aplikasi grafic design vector ataupun bitmap. Setelah itu, gambar dicetak untuk dijadikan sebagai salinan (biasa disebut film)

Hasil cetakan gambar ini nantinya akan dicetak pada screen lewat proses pengafdrukan. Pencetakan gambar biasanya dilakukan diatas kertas kalkir atau plastik mika (yang biasa digunakan untuk presentasi dengan proyektor). Bisa juga dilakukan pada kertas HVS biasa yang kemudian dibaluri minyak sayur.
Pencetakan dilakukan menggunakan printer laser. Penggunaan printer laser dimaksudkan agar hasil cetakan film pekat dan menutupi objek dengan baik. Kalau kita menggunakan printer inkjet, biasanya hasil cetakannya kurang pekat dan tidak menutupi objek dengan padat.

Tahap 2: Pembuatan Film

Sebelum melakukan pengafdrukan, screen yang akan dijadikan sebagai pencetak mesti dibersihkan dan dikeringkan. Tahap ini meliputi pemberian obat, pembuaan film dan pencucian obat pada screen. Didalam tahap pemberian obat, peralatan yang dibutuhkan antara lain screen, cairan afdruk, kipas angin, alat perata, dan screen. Ini adalah proses dimana screen dilumuri dengan cairan afdruk, lalu dikeringkan. Semuanya harus dilakukan dalam ruangan tertutup yang tidak terkena sinar matahari.
Setelah cairan afdruk kering di atas screen, masuki tahap pembuatan film pada screen. Kita akan membutuhkan alat-alat seperti kaca, gambar design,screen, kain hitam, busa screen, dan papan. Semua alat tersebut atakn kita gunakan untuk membentuk cetakan diatas screen dengan bantuan sinar matahari atau lampu.

Susun secara berurut (dari bawah ke atas) papan alas, busa screen, kain hitam, screen, kertas berisi gambar dan kaca. Sebelum disusun, kertas gambar sebaiknya diolesi minyak goreng. Selanjutnya sinari screen dengan sinar matahari selama 3 sampai 10 detik (tergantung dari intensitas sinar dan cairan afdruk yang dipakai).
Setelah screen disinari, perangkat tersebut harus kita cuci untuk membersihkan bekas-bekas cairan afdruk dengan menyemprotkan air ke screen.

Tahap 3: Penyablonan

Ini adalah proses melapisi media cetak dengan cat, dengan bantuan screen sebagai saringan pencetaknya. Secara sederhana gambaran proses ini adalah dengan menaruh screen diatas kain, melumuri screen dengan cat sablon, lalu meratakannya dengan alat yang bernama rakel.
Untuk satu warna digunakan satu screen. Jadi jika kamu menggunakan desain empat warna, maka screen akan dibutuhkan berjumlah 4 buah. Sebaiknya pelumuran dilakukan dengan warna terlebih dahulu hingga warna gelap diurutan terakhir.
Melakukan proses penyablonan memang membutuhkan latihan berulang-ulang agar lancar dan hasilnya memuaskan. Sangat jarang yang melakukannya langsung jadi pada tahap pertama percobaan. Tahap tersulit adalah proses pembuatan film.
Jika dirasa susah, kamu bisa menggunakan cara yang lebih mudah dan cepat: Minta ke Tukang sablon untuk mengerjakannya..hehehe

Tahap 4: Pengeringan

Ini adalah tindakan yang perlu kita lakukan setelah penyablonan. Prosesnya tak sekedar menjemurnya di bawah sinar matahari terik karena beberapa teknik sablon memerlukan teknik pengeringan khusus. Yang umum dilakukan memang menjemur atau ‘mengangin-anginkannya’.
Dapat juga mengeringkan dengan bantuan alat pengering seperti blower, hairdryer,atau kipas angin. Setiap tinta cetak memerlukan waktu untuk mengering dengan sempurna. Belum tentu hasil sablon benar-benar mengering meski setelah dipegang terasa kering. Beberapa jenis cat memerlukan tindakan curing. Proses ini memerlukan alat khusus. Misalnya, tinta jenis plastisol yang perlu melalui proses pemanasan dalam temperatur yang sangat panas (sekitar 143-116 derajat celcius), biasanya dengan menggunakan mesin conveyer atau flash heater. Tinta sablon jenis karet juga memerlukan proses curing, dengan menggunakan alat mesin hotpress bertemperatur sekitar 110-130C.
Ada pula jenis tinta sablon tertentu yang membutuhkan tindakan pengovenan (pemanggangan) untuk mencapai titik pengeringan yang sempurna. Jika proses pengeringan diabaikan, kualitas sablon biasanya buruk seperti pecah-pecah, luntur, pudar dan sebagainya.

Sekian tahap-tahap dalam penyablonan..thanks...